Kamis, 16 Mei 2013

Makalah Dampak Pembakaran Minyak

KATA PENGANTAR

       Alhamdulillah, Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah yang Maha Esa karena hanya atas rahmatdan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan Tugas Makalah ini yang berjudul “Dampak Pencemaran Bahan Bakar Minyak”.
        Materi dalam makalah ini disajikan dengan Bahasa yang sederhana dan komunikatif sehingga mudah dipahami.
         Akhir kata, kami berharap  makalah ini dapat berguna sebagai panduan untuk di pelajari. Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan pada tugas makalah selanjutnya.




                                                                                        Sengkang, 1 Juni 2012



                                                                                                       Penulis




DAFTAR ISI
Daftar isi .....................................................................................................................................................................
BAB 1
Latar Belakang........................................................................................................................................................
Tujuan Penulisan.....................................................................................................................................................  
BAB II PEMBAHASAN
Pembentukan Minyak Bumi...........................................................................................................................
Komposisi Minyak Minyak Bumi....................................................................................................................  
Proses Pengolahan Minyak Bumi..................................................................................................................
BAB III PENUTUP
DAMPAK PEMBAKARAN MINYAK BUMI.............................................................................................
Daftar Pustaka.......................................................................................................................................................










BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
  Sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor dan industri berasal dari minyak bumi, gas alam, dan batubara. Ketiga jenis bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik, tumbuhan dan hewan yang mati.
Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar bumi kemudian ditutupi lumpur. Lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu menjadi minyak dan gas. Selain bahan bakar, minyak dan gas bumi merupakan bahan industri yang penting. Bahan-bahan atau produk yang dibuat dari minyak dan gas bumi ini disebut petrokimia. Dewasa ini puluhan ribu jenis bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan ke dalam plastik, serat sintetik, karet sintetik, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, dan berbagai jenis obat.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah:
•             Dapat mengetahui serta mendalami pengetahuan penulis terkait minyak bumi.
•             Dapat mengetahui manfaat serta kegunaan minyak bumi bagi kehidupan manusia.









     BAB II
PEMBAHASAN
Pembentukan Minyak Bumi
Proses terbentuknya minyak bumi dijelaskan berdasarkan dua teori, yaitu:
Teori Anorganik
Teori Anorganik dikemukakan oleh Berthelok (1866) yang menyatakan bahwa minyak bumi berasal dan reaksi kalsium karbida, CaC2 (dan reaksi antara batuan karbonat dan logam alkali) dan air menghasilkan asetilen yang dapat berubah menjadi minyak bumi pada temperatur dan tekanan tinggi.
CaCO3 + Alkali → CaC2 + HO → HC = CH → Minyak bumi
Teori Organik
Teori Organik dikemukakan oleh Engker (1911) yang menyatakan bahwa minyak bumi terbentuk dari proses pelapukan dan penguraian secara anaerob jasad renik (mikroorganisme) dari tumbuhan laut dalam batuan berpori.
Komposisi Minyak Bumi
Komposisi minyak bumi dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu:
Hidrokarbon Jenuh (alkana)
•             Dikenal dengan alkana atau parafin
•             Keberadaan rantai lurus sebagai komponen utama (terbanyak), sedangkan rantai bercabang lebih sedikit
•             Senyawa penyusun diantaranya:
1.            Metana CH4
2.            etana CH3 CH3
3.            propana CH3 CH2 CH3
4.            butana CH3 (CH2)2 CH3
5.            n-heptana CH3 (CH2)5 CH3
6.            iso oktana CH3 – C(CH3)2 CH2 CH (CH3)2
Hidrokarbon Tak Jenuh (alkena)
•             Dikenal dengan alkena
•             Keberadaannya hanya sedikit
•             Senyawa penyusunnya:
1.            Etena, CH2 CH2
2.            Propena, CH2 CH CH3
3.            Butena, CH2 CH CH2 CH3
Hidrokarbon Jenuh berantai siklik (sikloalkana)
•             Dikenal dengan sikloalkana atau naftena
•             Keberadaannya lebih sedikit dibanding alkana
•             Senyawa penyusunnya :
1.            Siklopropana                   3.     Siklopentana

2.            Siklobutana                  4.    Siklopheksana

Hidrokarbon aromatik
•             Dikenal sebagai seri aromatik
•             Keberadaannya sebagai komponen yang kecil/sedikit
•             Senyawa penyusunannya:
1.            Naftalena                             3.    Benzena




2.            Antrasena                                      4.     Toluena

Senyawa Lain
•             Keberadaannya sangat sedikit sekali
•             Senyawa yang mungkin ada dalam minyak bumi adalah belerang, nitrogen, oksigen dan organo logam (kecil sekali)
Pengolahan Minyak Bumi
Minyak mentah (Crude oil) yang peroleh dari pengeboran berupa cairan hitam kental yang pemanfaatannya harus diolah terlebih dahulu. Pengeboran minyak bumi di Indonesia, terdapat di pantai utara Jawa (Cepu, Wonokromo, Cirebon), Sumatra (Aceh, Riau), Kalimantan (Tarakan, Balikpapan) dan Irian (Papua). Pengolahan minyak bumi melalui dua tahapan, diantaranya:
Pengolahan pertama,
Pada tahapan ini dilakukan “distilasi bertingkat memisahkan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan titik didihnya. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah. Sedangkan titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sangkup-sangkup yang disebut sangkup gelembung.
Pengolahan kedua,
Pada tahapan ini merupakan proses lanjutan hasil penyulingan bertingkat dengan proses sebagai berikut:
1.            Perengkahan (cracking)
2.            Ekstrasi
3.            Kristalisasi
4.            Pembersihan dari kontaminasi



Bensin
Komposisi bensin terdiri dari n – heptana dan iso oktana, yaitu:


Zat Aditif Bensin
Tetra Ethyl Leat (TEL)
•             Rumus molekul Pb (C2H5)4
•             Rumus struktur


Ethyl Tertier Butil Eter (ETBE)
•             Rumus molekul CH3 O C(CH3)3Tersier Amil Metil Eter (TAME)
•             Rumus molekul CH3 O C(CH3)2 C2H5Metir Tersier Buthil Eter (MTBE)
•             Rumus molekul CH3 O C(CH3)3






BAB III
Dampak Pembakaran Bahan Bakar
    Jumlah penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya, sehingga peningkatan kebutuhan energipun tak dapat dielakkan. Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh darikonversi sumber energi fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang menggunakanenergi fosil sebagai sumber energinya. Secara langsung atau tidak langsung hal ini mengakibatkandampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran darienergi fosil ini akan menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya.Pencemaran udara terutama dikota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamananlingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Menurunnya kualitas udaratersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidakefisien pada sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar, disampingkegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian dibeberapa kota besar (Jakarta,Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukan bahwa kendaraan bermotor merupakan sumberutama pencemaran udara. Hasil penelitian di Jakarta menunjukan bahwa kendaraan bermotormemberikan kontribusi pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar88,90% (Bapedal, 1992).
Asap buangan kendaraan bermotor yang merugikan akibat dari hasilpembakaran bahan bakar antara lain :

a.    Gas Karbon  dioksida (CO2)
      Sebenarnya, gas karbon dioksida tidak berbahaya. Tetapi, gas karbon dioksida tergolong gasrumah kaca, sehingga peningkatan kadar gas karbon dioksida di udara dapat mengakibatkanpeningkatan suhu permukaan bumi yang disebut pemanasan global.

b. Gas Karbon Monoksida (CO)
     Gas karbon monoksida tidak berwarna dan berbau, sehingga kehadirannya tidak diketahui. Gaskarbon monoksida bersifat racun, dapat menimbulkan rasa sakit pada mata, saluran pernapasan,dan paru-paru. Bila masuk ke dalam darah melalui pernapasan, gas karbon monoksida bereaksidengan hemoglobin darah, membentuk karboksihemoglobin (COHb).CO + Hb COHbHemoglobin seharusnya bereaksi dengan oksigen menjadi oksihemoglobin (O2Hb) dan dibawake sel-sel jaringan tubuh yang memerlukan.O2 + Hb O2HbNamun, afinitas gas karbon monoksida terhadap hemoglobin sekitar 300 kali lebih besardaripada oksigen. Bahkan hemoglobin yang telah mengikat oksigen dapat diserang oleh gaskarbon monoksida.CO + O2Hb COHb + O2Jadi, gas karbon monoksida menghalangi fungsi vital hemoglobin untuk membawa oksigen bagitubuh

cara mencegah peningkatan gas karbon monoksida di udara adalah dengan mengurangipenggunaan kendaraan bermotor dan pemasangan pengubah katalitik pada knalpot.






c.        Oksida Belerang (SO2 dan SO3)
Belerang dioksida yang terhisap pernapasan bereaksi dengan air di dalam saluran pernapasan,membentuk asam sulfit yang dapat merusak jaringan dan menimbulkan rasa sakit. Bila SO3terhisap, yang terbentuk adalah asam sulfat (lebih berbahaya). Oksida belerang dapat larutdalam air hujan dan menyebabkan terjadi hujan asam.

d. Oksida Nitrogen (NO dan NO2)
       Campuran NO dan NO2 sebagai pencemar udara biasa ditandai dengan lambang NOx. Ambangbatas NOx di udara adalah 0,05 ppm. NOx di udara tidak beracun (secara langsung) padamanusia, tetapi NOx ini bereaksi dengan bahan-bahan pencemar lain dan menimbulkanfenomena asbut (asap-kabut). Asbut menyebabkan berkurangnya daya pandang, iritasi padamata dan saluran pernapasan, menjadikan tanaman layu, dan menurunkan kualitas materi.

e. Partikel Timah Hitam
      Senyawa timbel dari udara dapat mengendap pada tanaman sehingga bahan makananterkontaminasi. Keracunan timbel yang ringan dapat menyebabkan gejala keracunan timbel,seperti sakit kepala, mudah teriritasi, mudah lelah, dan depresi. Keracunan yang lebih hebatmenyebabkan kerusakan otak, ginjal, dan hati.

Sumber Bahan Pencemaran
a.      Pembakaran Tidak Sempurna
Menghasilkan asap yang mengandung gas karbon monoksida (CO), partikel karbon (jelaga),dan sisa bahan bakar (hidroksida).
b..  Pengotor dalam Bahan Bakar
Bahan bakar fosil mengandung sedikit belerang yang akan menghasilkan oksida belerang (SO2atau SO3).

c.     Bahan Aditif (Tambahan) dalam Bahan Bakar
Bensin yang ditambahi tetraethyllead (TEL) yang punya rumus molekul Pb(C2H5)4 akanmenghasilkan partikel timah hitam berupa PbBr2.Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhikebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udaradan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosilterhadap manusia dan lingkungan:

Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhikebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udaradan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosilterhadap manusia dan lingkungan.







•       DAMPAK TERHADAP CUACA DAN IKLIM
     Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfurdioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global).
  
       Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasiNOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrikdan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yangmengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yangdapat menyebabkan terjadinya hujan asam.
    
        Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahanbakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari konsentrasi SO2 jugaberasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat(H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.

       Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat(HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun hujan,air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6 yang merupakan pHhujan normal),yang dikenal sebagai hujan asam. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dansungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhipertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunyamakhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknyabangunan (karat, lapuk).Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx, SO2, O3 diudara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan bermotor, dan kegiatan industri.

     Smog dapatmenimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang.Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. Emisi CO2tersebut menyebabkaKATA PENGANTAR

       Alhamdulillah, Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah yang Maha Esa karena hanya atas rahmatdan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan Tugas Makalah ini yang berjudul “Dampak Pencemaran Bahan Bakar Minyak”.
        Materi dalam makalah ini disajikan dengan Bahasa yang sederhana dan komunikatif sehingga mudah dipahami.
         Akhir kata, kami berharap  makalah ini dapat berguna sebagai panduan untuk di pelajari. Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan pada tugas makalah selanjutnya.




                                                                                        Sengkang, 1 Juni 2012



                                                                                                       Penulis




DAFTAR ISI
Daftar isi .....................................................................................................................................................................
BAB 1
Latar Belakang........................................................................................................................................................
Tujuan Penulisan.....................................................................................................................................................  
BAB II PEMBAHASAN
Pembentukan Minyak Bumi...........................................................................................................................
Komposisi Minyak Minyak Bumi....................................................................................................................  
Proses Pengolahan Minyak Bumi..................................................................................................................
BAB III PENUTUP
DAMPAK PEMBAKARAN MINYAK BUMI.............................................................................................
Daftar Pustaka.......................................................................................................................................................










BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
  Sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor dan industri berasal dari minyak bumi, gas alam, dan batubara. Ketiga jenis bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik, tumbuhan dan hewan yang mati.
Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar bumi kemudian ditutupi lumpur. Lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu menjadi minyak dan gas. Selain bahan bakar, minyak dan gas bumi merupakan bahan industri yang penting. Bahan-bahan atau produk yang dibuat dari minyak dan gas bumi ini disebut petrokimia. Dewasa ini puluhan ribu jenis bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan ke dalam plastik, serat sintetik, karet sintetik, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, dan berbagai jenis obat.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah:
•             Dapat mengetahui serta mendalami pengetahuan penulis terkait minyak bumi.
•             Dapat mengetahui manfaat serta kegunaan minyak bumi bagi kehidupan manusia.









     BAB II
PEMBAHASAN
Pembentukan Minyak Bumi
Proses terbentuknya minyak bumi dijelaskan berdasarkan dua teori, yaitu:
Teori Anorganik
Teori Anorganik dikemukakan oleh Berthelok (1866) yang menyatakan bahwa minyak bumi berasal dan reaksi kalsium karbida, CaC2 (dan reaksi antara batuan karbonat dan logam alkali) dan air menghasilkan asetilen yang dapat berubah menjadi minyak bumi pada temperatur dan tekanan tinggi.
CaCO3 + Alkali → CaC2 + HO → HC = CH → Minyak bumi
Teori Organik
Teori Organik dikemukakan oleh Engker (1911) yang menyatakan bahwa minyak bumi terbentuk dari proses pelapukan dan penguraian secara anaerob jasad renik (mikroorganisme) dari tumbuhan laut dalam batuan berpori.
Komposisi Minyak Bumi
Komposisi minyak bumi dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu:
Hidrokarbon Jenuh (alkana)
•             Dikenal dengan alkana atau parafin
•             Keberadaan rantai lurus sebagai komponen utama (terbanyak), sedangkan rantai bercabang lebih sedikit
•             Senyawa penyusun diantaranya:
1.            Metana CH4
2.            etana CH3 CH3
3.            propana CH3 CH2 CH3
4.            butana CH3 (CH2)2 CH3
5.            n-heptana CH3 (CH2)5 CH3
6.            iso oktana CH3 – C(CH3)2 CH2 CH (CH3)2
Hidrokarbon Tak Jenuh (alkena)
•             Dikenal dengan alkena
•             Keberadaannya hanya sedikit
•             Senyawa penyusunnya:
1.            Etena, CH2 CH2
2.            Propena, CH2 CH CH3
3.            Butena, CH2 CH CH2 CH3
Hidrokarbon Jenuh berantai siklik (sikloalkana)
•             Dikenal dengan sikloalkana atau naftena
•             Keberadaannya lebih sedikit dibanding alkana
•             Senyawa penyusunnya :
1.            Siklopropana                   3.     Siklopentana

2.            Siklobutana                  4.    Siklopheksana

Hidrokarbon aromatik
•             Dikenal sebagai seri aromatik
•             Keberadaannya sebagai komponen yang kecil/sedikit
•             Senyawa penyusunannya:
1.            Naftalena                             3.    Benzena




2.            Antrasena                                      4.     Toluena

Senyawa Lain
•             Keberadaannya sangat sedikit sekali
•             Senyawa yang mungkin ada dalam minyak bumi adalah belerang, nitrogen, oksigen dan organo logam (kecil sekali)
Pengolahan Minyak Bumi
Minyak mentah (Crude oil) yang peroleh dari pengeboran berupa cairan hitam kental yang pemanfaatannya harus diolah terlebih dahulu. Pengeboran minyak bumi di Indonesia, terdapat di pantai utara Jawa (Cepu, Wonokromo, Cirebon), Sumatra (Aceh, Riau), Kalimantan (Tarakan, Balikpapan) dan Irian (Papua). Pengolahan minyak bumi melalui dua tahapan, diantaranya:
Pengolahan pertama,
Pada tahapan ini dilakukan “distilasi bertingkat memisahkan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan titik didihnya. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah. Sedangkan titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sangkup-sangkup yang disebut sangkup gelembung.
Pengolahan kedua,
Pada tahapan ini merupakan proses lanjutan hasil penyulingan bertingkat dengan proses sebagai berikut:
1.            Perengkahan (cracking)
2.            Ekstrasi
3.            Kristalisasi
4.            Pembersihan dari kontaminasi



Bensin
Komposisi bensin terdiri dari n – heptana dan iso oktana, yaitu:


Zat Aditif Bensin
Tetra Ethyl Leat (TEL)
•             Rumus molekul Pb (C2H5)4
•             Rumus struktur


Ethyl Tertier Butil Eter (ETBE)
•             Rumus molekul CH3 O C(CH3)3Tersier Amil Metil Eter (TAME)
•             Rumus molekul CH3 O C(CH3)2 C2H5Metir Tersier Buthil Eter (MTBE)
•             Rumus molekul CH3 O C(CH3)3






BAB III
Dampak Pembakaran Bahan Bakar
    Jumlah penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya, sehingga peningkatan kebutuhan energipun tak dapat dielakkan. Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh darikonversi sumber energi fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang menggunakanenergi fosil sebagai sumber energinya. Secara langsung atau tidak langsung hal ini mengakibatkandampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran darienergi fosil ini akan menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya.Pencemaran udara terutama dikota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamananlingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Menurunnya kualitas udaratersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidakefisien pada sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar, disampingkegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian dibeberapa kota besar (Jakarta,Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukan bahwa kendaraan bermotor merupakan sumberutama pencemaran udara. Hasil penelitian di Jakarta menunjukan bahwa kendaraan bermotormemberikan kontribusi pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar88,90% (Bapedal, 1992).
Asap buangan kendaraan bermotor yang merugikan akibat dari hasilpembakaran bahan bakar antara lain :

a.    Gas Karbon  dioksida (CO2)
      Sebenarnya, gas karbon dioksida tidak berbahaya. Tetapi, gas karbon dioksida tergolong gasrumah kaca, sehingga peningkatan kadar gas karbon dioksida di udara dapat mengakibatkanpeningkatan suhu permukaan bumi yang disebut pemanasan global.

b. Gas Karbon Monoksida (CO)
     Gas karbon monoksida tidak berwarna dan berbau, sehingga kehadirannya tidak diketahui. Gaskarbon monoksida bersifat racun, dapat menimbulkan rasa sakit pada mata, saluran pernapasan,dan paru-paru. Bila masuk ke dalam darah melalui pernapasan, gas karbon monoksida bereaksidengan hemoglobin darah, membentuk karboksihemoglobin (COHb).CO + Hb COHbHemoglobin seharusnya bereaksi dengan oksigen menjadi oksihemoglobin (O2Hb) dan dibawake sel-sel jaringan tubuh yang memerlukan.O2 + Hb O2HbNamun, afinitas gas karbon monoksida terhadap hemoglobin sekitar 300 kali lebih besardaripada oksigen. Bahkan hemoglobin yang telah mengikat oksigen dapat diserang oleh gaskarbon monoksida.CO + O2Hb COHb + O2Jadi, gas karbon monoksida menghalangi fungsi vital hemoglobin untuk membawa oksigen bagitubuh

cara mencegah peningkatan gas karbon monoksida di udara adalah dengan mengurangipenggunaan kendaraan bermotor dan pemasangan pengubah katalitik pada knalpot.






c.        Oksida Belerang (SO2 dan SO3)
Belerang dioksida yang terhisap pernapasan bereaksi dengan air di dalam saluran pernapasan,membentuk asam sulfit yang dapat merusak jaringan dan menimbulkan rasa sakit. Bila SO3terhisap, yang terbentuk adalah asam sulfat (lebih berbahaya). Oksida belerang dapat larutdalam air hujan dan menyebabkan terjadi hujan asam.

d. Oksida Nitrogen (NO dan NO2)
       Campuran NO dan NO2 sebagai pencemar udara biasa ditandai dengan lambang NOx. Ambangbatas NOx di udara adalah 0,05 ppm. NOx di udara tidak beracun (secara langsung) padamanusia, tetapi NOx ini bereaksi dengan bahan-bahan pencemar lain dan menimbulkanfenomena asbut (asap-kabut). Asbut menyebabkan berkurangnya daya pandang, iritasi padamata dan saluran pernapasan, menjadikan tanaman layu, dan menurunkan kualitas materi.

e. Partikel Timah Hitam
      Senyawa timbel dari udara dapat mengendap pada tanaman sehingga bahan makananterkontaminasi. Keracunan timbel yang ringan dapat menyebabkan gejala keracunan timbel,seperti sakit kepala, mudah teriritasi, mudah lelah, dan depresi. Keracunan yang lebih hebatmenyebabkan kerusakan otak, ginjal, dan hati.

Sumber Bahan Pencemaran
a.      Pembakaran Tidak Sempurna
Menghasilkan asap yang mengandung gas karbon monoksida (CO), partikel karbon (jelaga),dan sisa bahan bakar (hidroksida).
b..  Pengotor dalam Bahan Bakar
Bahan bakar fosil mengandung sedikit belerang yang akan menghasilkan oksida belerang (SO2atau SO3).

c.     Bahan Aditif (Tambahan) dalam Bahan Bakar
Bensin yang ditambahi tetraethyllead (TEL) yang punya rumus molekul Pb(C2H5)4 akanmenghasilkan partikel timah hitam berupa PbBr2.Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhikebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udaradan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosilterhadap manusia dan lingkungan:

Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhikebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udaradan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosilterhadap manusia dan lingkungan.







•       DAMPAK TERHADAP CUACA DAN IKLIM
     Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfurdioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global).
  
       Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasiNOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrikdan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yangmengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yangdapat menyebabkan terjadinya hujan asam.
    
        Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahanbakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari konsentrasi SO2 jugaberasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat(H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.

       Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat(HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun hujan,air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6 yang merupakan pHhujan normal),yang dikenal sebagai hujan asam. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dansungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhipertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunyamakhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknyabangunan (karat, lapuk).Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx, SO2, O3 diudara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan bermotor, dan kegiatan industri.

     Smog dapatmenimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang.Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. Emisi CO2tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatanefek rumah kaca dan pemanasan global. CO2tersebut menyerap sinar matahari (radiasi inframerah)yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapatmengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal, antara lain, dari gas bumi yangtidak dibakar, karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Metana merupakan salah satugas rumah kaca yang menyebabkan pemasanan global.Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi, juga menghasilkan karbondioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 tonkarbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama, jumlah karbon dioksida yang dilepasoleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1,5 ton





•       Dampak Terhadap Perairan
         Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidaklayak, misalnya: bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnyaminyak (ke laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Pada dasarnyapencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.
     Selain itu , secara tidak langsung, kegiatan transportasi akan memberikan dampak terhadaplingkungan air terutama melalui air buangan dari jalan raya. Air yang terbuang dari jalan raya,terutama terbawa oleh air hujan, akan mengandung bocoran bahan bakar dan juga larutan daripencemar udara yang tercampur dengan air tersebut.

•       Dampak Terhadap Tanah
Dampak penggunaan energi terhadap tanah dapat diketahui, misalnya dari pertambangan batu bara.Masalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (OpenPit Mining). Pertambangan ini memerlukan lahan yang sangat luas. Perlu diketahui bahwa lapisanbatu bara terdapat di tanah yang subur, sehingga bila tanah tersebut digunakan untukpertambangan batu bara maka lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutanselama waktu tertentu.

•       Dampak Lainnya

1.        Global Warming2.

2.       Efek Rumah Kaca3.

3.       Hujan Asam




BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Proses pembentukan minyak bumi yaitu berasal dari reaksi kalsium karbida, CaC2 (dari reaksi antara batuan karbonat dan logam alkali) dan air yang menghasilkan asetilena yang dapat berubah menjadi minyak bumi pada temperatur dan tekanan tinggi.
Minyak bumi selain bahan bakar juga sebagai bahan industri kimia yang penting dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari yang disebut petrokimia.







DAFTAR PUSTAKA
Ika Ratna Sari, S.Pd. 2006. Metode Belajar Efektif Kimia : Jawa Tengah. CV Media Karya Putra.
Purba Michael. 2004. Kimia Untuk SMA : Jakarta. PT Erlanggan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatanefek rumah kaca dan pemanasan global. CO2tersebut menyerap sinar matahari (radiasi inframerah)yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapatmengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal, antara lain, dari gas bumi yangtidak dibakar, karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Metana merupakan salah satugas rumah kaca yang menyebabkan pemasanan global.Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi, juga menghasilkan karbondioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 tonkarbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama, jumlah karbon dioksida yang dilepasoleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1,5 ton





•       Dampak Terhadap Perairan
         Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidaklayak, misalnya: bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnyaminyak (ke laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Pada dasarnyapencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.
     Selain itu , secara tidak langsung, kegiatan transportasi akan memberikan dampak terhadaplingkungan air terutama melalui air buangan dari jalan raya. Air yang terbuang dari jalan raya,terutama terbawa oleh air hujan, akan mengandung bocoran bahan bakar dan juga larutan daripencemar udara yang tercampur dengan air tersebut.

•       Dampak Terhadap Tanah
Dampak penggunaan energi terhadap tanah dapat diketahui, misalnya dari pertambangan batu bara.Masalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (OpenPit Mining). Pertambangan ini memerlukan lahan yang sangat luas. Perlu diketahui bahwa lapisanbatu bara terdapat di tanah yang subur, sehingga bila tanah tersebut digunakan untukpertambangan batu bara maka lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutanselama waktu tertentu.

•       Dampak Lainnya

1.        Global Warming2.

2.       Efek Rumah Kaca3.

3.       Hujan Asam




BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Proses pembentukan minyak bumi yaitu berasal dari reaksi kalsium karbida, CaC2 (dari reaksi antara batuan karbonat dan logam alkali) dan air yang menghasilkan asetilena yang dapat berubah menjadi minyak bumi pada temperatur dan tekanan tinggi.
Minyak bumi selain bahan bakar juga sebagai bahan industri kimia yang penting dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari yang disebut petrokimia.







DAFTAR PUSTAKA
Ika Ratna Sari, S.Pd. 2006. Metode Belajar Efektif Kimia : Jawa Tengah. CV Media Karya Putra.
Purba Michael. 2004. Kimia Untuk SMA : Jakarta. PT Erlangga


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar